Senin, 04 Agustus 2014

Cocopeat sebagai Media Tanaman



Cocopeat yaitu sabut kelapa yang diolah menjadi butiran-butiran gabus sabut kelapa, Cocopeat akan menjadi alternatif dunia bagi peningkatan kesuburan tanah, sebab bila dicampurkan dengan tanah berpasir hasil tanam pun menakjubkan. Hanya saja unsur hara tanah tidak tersedia dalam cocopeat untuk itu pupuk masih sangat dibutuhkan. Cocok buat pembibitan, perkebunan, pertanian bahkan untuk tanaman anthurium. cocopeat memiliki Kelebihan seperti sekam dan serbuk gergaji yang meningkatkan sirkulasi udara dan sinar matahari, dibandingkan sekam dan serbuk gergaji yang bersifat panas dan bertahan hanya 6 bulan cocopeat bersifat netral dan dapat bertahan lebih lama. 



Mengapa sabut kelapa sangatlah baik dipergunakan sebagai media tanam?. 


Coco peat dapat menahan kandungan air dan unsur kimia pupuk serta dapat menetralkan keasaman tanah. Karena sifat tersebut, sehingga coco peat dapat digunakan sebagai media yang baik untuk pertumbuhan tanaman hortikultura dan media tanaman hydroponic.
Hasil penelitian Dr Geoff Creswell, dari Creswell Horticultural Service, Australia, media tanam yang menggunakan cocopeat sanggup menahan air hingga 73%. Dari 41 ml air yang dialirkan melewati lapisan cocopeat, yang terbuang hanya 11 ml. Jumlah itu jauh lebih tinggi daripada sphagnum moss yang hanya 41%. Secara umum, derajat keasaman media cocopeat 5,8-6. Pada kondisi itu tanaman optimal menyerap unsur hara. Derajat keasaman ideal yang diperlukan tanaman 5,5-6,5. Karena kemampuan cocopeat menahan air cukup tinggi, hindari pemberian air berlebih.
Hal yang perlu diperhatikan, pada beberapa jenis tanaman, media yang terlalu lembap dapat menyebabkan busuk akar, Oleh sebab itu, cocopeat harus dicampur dengan bahan lain yang memiliki daya ikat airnya tidak begitu tinggi seperti pasir atau arang sekam. Kemudian air diberikan sedikit demi sedikit tetapi kontinu seperti dengan cara irigasi tetes atau pengabutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar