Cocopeat yaitu sabut kelapa yang diolah menjadi butiran-butiran gabus sabut kelapa, Cocopeat akan menjadi alternatif dunia bagi peningkatan kesuburan tanah, sebab bila dicampurkan dengan tanah berpasir hasil tanam pun menakjubkan. Hanya saja unsur hara tanah tidak tersedia dalam cocopeat untuk itu pupuk masih sangat dibutuhkan. Cocok buat pembibitan, perkebunan, pertanian bahkan untuk tanaman anthurium. cocopeat memiliki Kelebihan seperti sekam dan serbuk gergaji yang meningkatkan sirkulasi udara dan sinar matahari, dibandingkan sekam dan serbuk gergaji yang bersifat panas dan bertahan hanya 6 bulan cocopeat bersifat netral dan dapat bertahan lebih lama.
Mengapa sabut kelapa sangatlah baik dipergunakan sebagai media tanam?.
Coco peat dapat menahan kandungan air dan unsur kimia pupuk
serta dapat menetralkan keasaman tanah. Karena sifat tersebut, sehingga coco
peat dapat digunakan sebagai media yang baik untuk pertumbuhan tanaman
hortikultura dan media tanaman hydroponic.
Hasil penelitian Dr Geoff Creswell, dari Creswell
Horticultural Service, Australia, media tanam yang menggunakan cocopeat sanggup
menahan air hingga 73%. Dari 41 ml air yang dialirkan melewati lapisan
cocopeat, yang terbuang hanya 11 ml. Jumlah itu jauh lebih tinggi daripada
sphagnum moss yang hanya 41%. Secara umum, derajat keasaman media cocopeat
5,8-6. Pada kondisi itu tanaman optimal menyerap unsur hara. Derajat keasaman
ideal yang diperlukan tanaman 5,5-6,5. Karena kemampuan cocopeat menahan air
cukup tinggi, hindari pemberian air berlebih.
Hal yang perlu diperhatikan, pada beberapa jenis tanaman,
media yang terlalu lembap dapat menyebabkan busuk akar, Oleh sebab itu, cocopeat
harus dicampur dengan bahan lain yang memiliki daya ikat airnya tidak begitu
tinggi seperti pasir atau arang sekam. Kemudian air diberikan sedikit demi
sedikit tetapi kontinu seperti dengan cara irigasi tetes atau pengabutan.